CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Senin, 23 Februari 2009

aSaL muLa HarRry PotTeR...

Tentang penciptaan Harry Potter

perangko harry potter

Ide tentang Harry Potter pertama kali tercetus dalam pikiran J. K. Rowling ketika menaiki kereta api dari Manchester ke London pada tahun 1990. Pada waktu itu, dia baru saja bercerai dan mengambil inisiatif untuk menjadikan Harry Potter sebagai inspirasi hidupnya. Dia menghabiskan waktu di dalam perjalanannya itu dengan memikirkan plot yang lengkap tentang ceritanya itu. Di situs webnya, Rowling menceritakan pengalamannya itu:

Saya telah menulis hampir tanpa jeda sejak umur enam tapi sebelumnya saya tidak pernah merasa begitu bergairah akan suatu gagasan. Saya hanya duduk dan berpikir, selama empat jam (menunggu keterlambatan kereta api), dan semua detel bermunculan di otak saya, dan anak laki-laki ceking berambut hitam dan berkaca mata yang tidak menyadari bahwa ia adalah seorang penyihir menjadi semakin lama semakin nyata bagi saya.

Pada tahun 1995, buku pertama berjudul Harry Potter and Philosopher's Stone (diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai Harry Potter dan Batu Bertuah) selesai dibuat dan naskahnya dikirimkan ke beberapa agen. Agen kedua yang dicobanya, Christopher Little, menawari untuk mewakilinya dan mengirimkan naskah itu ke Bloomsbury. Setelah delapan penerbit lainnya menolak Philosopher's Stone, Bloomsbury menawarkan uang muka £3.000 untuk menerbitkannya.[5]

Walaupun Rowling menyatakan bahwa ia tidak memiliki target khusus mengenai umur pembacanya ketika ia mulai menulis buku-buku Harry Potter, penerbitnya pada permulaannya telah menetapkan target pembacanya antara umur sembilan hingga sebelas.[6] Pada malam sebelum penerbitan, Joanne Rowling diminta oleh penerbitnya untuk menggunakan nama samaran yang lebih netral-jender, supaya dapat menarik anak laki-laki dalam jangkauan umur tersebut, karena mereka khawatir bahwa anak laki-laki tidak akan tertarik membaca novel yang mereka ketahui ditulis oleh seorang wanita. Ia memilih untuk menggunakan nama J. K. Rowling (Joanne Kathleen Rowling), mengambil nama neneknya sebagai nama keduanya, karena ia tidak memiliki nama tengah.[7]

Buku pertama Harry Potter diterbitkan di Britania Raya oleh Bloomsbury pada Juli 1997. Di Amerika Serikat buku ini diterbitkan oleh Scholastic pada September 1998, di mana Rowling menerima $105.000 untuk hak penerbitan Amerika Serikat — sebuah nilai yang tidak biasa bagi sebuah buku anak-anak yang dikarang oleh pengarang yang tidak dikenal (pada saat itu).[8] Khawatir bahwa para pembaca di Amerika tidak mengerti kata "philosoper" atau tidak menganggapnya sebagai tema magis (karena "Philosoper's Stone" atau batu filsuf adalah kata dalam bidang alkimia), Scholastic bersikeras untuk mengganti nama buku itu menjadi Harry Potter and the Sorcerer's Stone untuk pasar Amerika.

Selama hampir satu dasawarsa, Harry Potter telah mengalami kesuksesan besar, tidak hanya karena resensi yang positif dan strategi pemasaran penerbit Rowling, tetapi juga karena pembicaraan dari mulut ke mulut di antara para penggemarnya, terutama di antara para remaja laki-laki. Kalangan remaja laki-laki ini menjadi penting, karena selama bertahun-tahun kalangan ini semakin tidak tertarik dengan bacaan yang dianggap ketinggalan jaman ketimbang video game dan internet. Penerbit Rowling berhasil menangkap kegairahan di kalangan remaja laki-laki ini dan segera merilis keempat buku pertama berturut-turut secara cepat, sehingga kegairahan mereka tidak sempat meredup ketika Rowling bermaksud untuk istirahat menulis di antara rilis Harry Potter dan Piala Api dan Harry Potter dan Orde Phoenix, dan dengan segera terbentuklah grup pembaca yang loyal.[9] Seri ini juga mendapatkan para penggemar dewasa, dengan diterbitkannya dua edisi untuk setiap buku Harry Potter (di Kanada dan Britania Raya, tapi tidak di Amerika Serikat). Keduanya memiliki naskah yang sama persis, tetapi dengan sampul yang berbeda, untuk masing-masing edisi anak-anak dan dewasa.[10]

PuiSi CinTa....

BwaDh kMu2 yanG Lgi jAtuH ciNta..

Cinta itu hutan
meneduhkan, cantik tapi kadang kita tersesat di dalamnya
Cinta itu matahari
panas membakar tapi ia berguna
Cinta itu hujan
selalu kita berlari agar tak terguyur tapi selalu kita kenang saat kemarau menyerang
cinta itu awan
kadang berarak beriringan kadang hilang tak tahu kemana
cinta itu kamu
kadang menyebalkan tapi juga kurindukan

SehAt aTaU kEcAndUan??

Kecanduan bukanlah hal baru. Kita bias saja kecanduan pada kopi, rokok, alcohol, makanan, bahkan olahraga. Kecanduan terjadi saat seseorang merasa lekat dan terasosiasi pada perilaku tertentu lalu merasa terikat untuk mendapatkan rasa itu terus-menerus. Tapi siapa yang pernah dengar tentang kecanduan CiNtA?. Tentu saja ini sangat mungkin terjadi, dan ternyata sering terjadi.

Seringkali KecAndUan CiNtA tidak ditangani dengan baik, karena kebanyakan dari kita menanggap CiNtA adalah hal yang bagus-bagus saja. Bagaimanapun, kenyataannya KecAndUan CiNtA bias sangat merusak dan dapat menjadi berbahaya kepada kedua orang yang terlibat. Kriminalitas dalam percintaan secara khas terkait dengan perilaku ObsESiF dan mengontrl, yang sering mengatasnamakan “CiNtA”. Perhatikan pula tindakan bunuh diri, yang secar umum berkaitan dengan rasa putus asa, merasa tidak dicintai atau merasa disakiti oleh orang yang dicintai.

Orang yang kecanduan cinta akan kehilangan identitasnya dan harga dirinya ditentukan oleh respon orang yang dicintai terhadapnya. Kecaanduan cinta tidak berakhir dengan selamanya bahagia. Paling tidak sebagus-bagusnya berakhir di tempat terapi dan paling buruk adalah MATI.

CiNtA yang SEHAT adalah bagian dari diri manusia yang tidak terpisahkan, ia unik, lembut, dan nyaman. Cinta seperti ini didasari pada keyakinan bahwa diri ini ingin bersama denagn pasangan, dan tumbuh setelah kita merasa nyaman, serta mampu mendorong kita untuk menjadi diri sendiri, menjadi jujur pada diri sendiri. Cinta seperti ini juga mengajarkan bahwa hanya diri kita sendiri yang dapat membuat diri kita bahagia. Cinta yang sehat menciptakan hidup lebih hidup.

Sementara kecanduan cinta membuat kita memaksakan diri untuk menumbuhkan cinta meskipun sesungguhnya kita merasa ketakutan dan tidak nyaman. Rasanya penug tekanan dan tegang, serta senantiasa memaksa kita untul tampil bagus sehingga kita akhirnya memakai topeng diri. Cinta seperti ini didasari pada keyakina bahwa diri ini harus bersama pasangan. Biasanya kita berharap orang lain mampu membuat kita bahagia dan menuntut diri kita sendiri untuk membuat pasangan bahagia.

Kita semua memiliki sebuah dorongan sehat untuk mendapatkan cinta, tetapi kecanduan cinta membuat kita jauh dari cinta yang TULUS! Semoga kita jauh-jauh dari kecanduan cinta agar kita mendapatkan CiNtA yang TULUS. :>

BoLeh d0nG saLaH??!

…KeLirUmoLoGi…

“MeNs SaNa In CorPore sAnO”, ’Di dalam tubuh yang sehat, hadir jiwa yang sehat. Pepatah ini sudah berumur ribuan tahun dan terus saja diajarkan para guru pendidikan jasmani kepada anak-anak SD. Menurut Jaya Suprana, pepatah ini Keliru. Lihat aja orang yang sakit jiwa, banyak diantar mereka yang bertubuh sehat, tapi jiwanya sakit. Atau para criminal yang fisiknya rata-rata sehat bahkan kuat, tetapi jiwanya sakit. Kekeliruan semacam ini banyak kita temukan dalam kehidupan ini.

Selintas, masalah-masalah yang dihimpun kelirumologi Cuma masalh sepele. Tapi, ternyata banyak kekeliruan itu menyangkut masalah cara pandang. Bahas kerennya “ParAdiGma”

Paradigma itu mirip KaCamaTa yang kita pakai untuk melihat kehidupan. Satu kenyataan yang sama bias jadi berbeda jika dipandang dari Paradigma yang berbeda. Orang Sukses dan Orang gagal menjalani hidup yang itu-itu juga. Tapi, mereka memandang hidup dengan Paradigma yang berbeda. Munkin kisah dibawah ini bias menjelaskan Paradigma:

Ada dua orang tukang bangunan yang sedang sama-sama terlibat dalam pembangun Masjid. Tukang batu pertama ditanya tentang pekerjaannya. Dia menjawab bahwa dia sedang membangun Masjid. Tetapi tukang kedua manjawab “Saya sedang membangun Peradaban”.

Tukang batu pertama memandang pekerjaannya hanya sebagai tukang batu biasa, sedangkan tukang batu kedua menganggap bahwa dirinya nggak hanya membangun sebuah bangunan, tapi juga menjadi bagian penting dari sebuah pembangunan peradaban. Dia tahu, bangunan yang sedang ia buat, nantinya pasti bermanfaat bagi orang banyak.

Paradigma itu penting banget. Salah Paradigma bisa membuat semua langkah dalam hidup kita ikutan salah. Kata Stephen Covey, Kalau ingin Sukses, tapi yang ada di kepala kita Paradigma orang Pesimis, Nggak bakalan Sukses itu bias kita raih.: Ada kisah Lagi di bawah ini yang membuktikan bahwa manusia adalah tempatnya salah!:

….SaLah kaLenDeR zAmaN JuLius Caesar….

Percayakah kita jika ada orang yamng mempunyai tanggal lahir kayak gini: Roma, 50 Februari 46 SM? Yang bener aja, masa’ ada tanggal 50? Kalau kita buka buku sejarah, kita pasti nggak akan merasa aneh. Dulu memang sempat ada bulan February sampe 51 hari, bahkan bulan yang jumlah harinya sampai 97 hari. Semua itu gara-gara sebuah kesalahan perhitungan kalender masehi.

Kejadian saat Julius Caesar berkuasa di Roma. Saat itu, kalender masehi telah meleset dua bulan bila dibandingkan dengan musim. Agar kalender itu kembali selaras dengan musim, dia menetapkan 100 hari nuntuk di tambahkan pada tahun berikutnya, 23 hari dia tambahkan pada bulan Februari dan 67 hari di tambahkan pada bula November.

Kebayang nggak? Pada tahun tersebut, bulan Februari jadi terdiri dari 51 hari dan bulan November 97 hari! Jika kejadian itu terjadi di zaman ini, nggak kebayang gimana kacaunya. Bakal banyak Jadwal Pernikahan, gajian, jadwal penerbangan, ujian sekolah yang jadi berantakan. Makanya para Ahli menyebut tahun itu “TaHuN kaCaU”

15 abad setelah perbaikan kalender masa Julis Caesar itu, kesalahan kalender kembali terjadi. Setiap 128 tahun, kalender Julius selalu meleset satu hari. Kesalahan hitungan itu terus bertumpuk selama berabad-abad tanpa ada yang memperbaikinya. Akibatnya, kalender Julius ketinggalan 13 hari jika dibandingkan dengan posisi matahari. Kesalahan ini sangat berpengaruh pada perayaan hari-hari besar agama.

Pada 1582, Paus Gregorius XIII berunding dengan para ahli untuk membicarakan masalah ini. Akhirnya, di putuskan bahwa tahun berikutnya harus disunat 10 hari.

Sejak saat itu, hamper semua pengguna kalender masehi memperbaiki kalendernya. Kalender yang di perbaiki Gregorius itu disebut Kalender Gregorian. Kalender ini termasuk kita di sini. Jadwal sekolah, liburan, dan hari-hari kita di hitung dengan kalender Gregorian.

Namun sebagian orang Rusia masih tetep nggak mau menggunakan Kalender Gregorian. Mereka masih menggunakan kalender Julius yang belum dikoreksi Gregorius. Akibatnya, kalender mereka berselisih beberapa hari dari kalender masehi yang digunakan secara umum. Mereka merayakan Natal pada 7 Januari jika dilihat dari Kalender Gregorian.

Ternyata, kesalahan bukan hanya menimpa hal-hal yang sepele, seperti salah ketik, salah bicara, atau salah langkah saja. Masalah besar yang menyangkut hajat hidup orang banyak seperti kesalahan kalender tadi, juga masih sempat-sempatnya mengalami kesalahan. Padahal, Kalender itu dirumuskan oleh para Ahli Astronomi Kaliber dunia. Setiap abad, Kalender terus di kaji ulang. Tapi tetep aja ada yang salah. Nah…. Makanya, kalau kita melakukan sebuah kesalahan, jangan terlalu menghukum diri sendiri. Maafkanlah dan perbaikilah sebab seperti masalah kalender saja masih bisa di maafkan dan diperbaiki, apalagi kesalahan kecil yang sering kita perbuat. Oke?

(artikel ini di kutip dari buku yang berjudul

Boleh Dogn Salah karya Irfan Amalee)

HumOr...

DEMAM DIKASIH OBAT

Pada suatu hari ada seorang remaja datang ke rumah seorang dokter praktek, menanyakan masalah temannya yang sakit.
Remaja : "Dok, teman saya sakit demam dok..!"
Dokter : "Badannya panas yah dek?"
Remaja : "Iya dok... tapi sudah saya beri obat kok dok..."
Dokter : "Lalu apa masalahnya sekarang..?"
Remaja : "Masalahnya sudah tidur seharian kok ngga bangun-bangun ya dok?"
Dokter : "Ah ngga papa, itu kan paling cuman efek dari obat yang diminumnya... kan biasa.. kalo obat bikin ngantuk."
Remaja : "Ooo gitu ya dok.. yaudah..."
Setelah sehari berlalu, remaja itu kembali ke dokter tersebut menanyakan lagi tentang temannya.
Remaja : "Dok, teman saya kok masih belom bagun juga... apa efek obatnya masih ada ya?"
Dokter : "Emang dosisnya kamu kasih berapa sendok?"
Remaja: "Yaa saya sih sesuai biasanya saja, saya kasih satu sendok saja... suerr dok..!"
Dokter : "Emang kamu kasih obat apa sih?"
Remaja : "Karena di kos-kosan ngga ada obat demam, maka saya kasih aja obat nyamuk yang ada di sebelah saya... tapi cuman dikit kok dok..."
dokter : ????//**6$%##@????...