CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Senin, 23 Februari 2009

SehAt aTaU kEcAndUan??

Kecanduan bukanlah hal baru. Kita bias saja kecanduan pada kopi, rokok, alcohol, makanan, bahkan olahraga. Kecanduan terjadi saat seseorang merasa lekat dan terasosiasi pada perilaku tertentu lalu merasa terikat untuk mendapatkan rasa itu terus-menerus. Tapi siapa yang pernah dengar tentang kecanduan CiNtA?. Tentu saja ini sangat mungkin terjadi, dan ternyata sering terjadi.

Seringkali KecAndUan CiNtA tidak ditangani dengan baik, karena kebanyakan dari kita menanggap CiNtA adalah hal yang bagus-bagus saja. Bagaimanapun, kenyataannya KecAndUan CiNtA bias sangat merusak dan dapat menjadi berbahaya kepada kedua orang yang terlibat. Kriminalitas dalam percintaan secara khas terkait dengan perilaku ObsESiF dan mengontrl, yang sering mengatasnamakan “CiNtA”. Perhatikan pula tindakan bunuh diri, yang secar umum berkaitan dengan rasa putus asa, merasa tidak dicintai atau merasa disakiti oleh orang yang dicintai.

Orang yang kecanduan cinta akan kehilangan identitasnya dan harga dirinya ditentukan oleh respon orang yang dicintai terhadapnya. Kecaanduan cinta tidak berakhir dengan selamanya bahagia. Paling tidak sebagus-bagusnya berakhir di tempat terapi dan paling buruk adalah MATI.

CiNtA yang SEHAT adalah bagian dari diri manusia yang tidak terpisahkan, ia unik, lembut, dan nyaman. Cinta seperti ini didasari pada keyakinan bahwa diri ini ingin bersama denagn pasangan, dan tumbuh setelah kita merasa nyaman, serta mampu mendorong kita untuk menjadi diri sendiri, menjadi jujur pada diri sendiri. Cinta seperti ini juga mengajarkan bahwa hanya diri kita sendiri yang dapat membuat diri kita bahagia. Cinta yang sehat menciptakan hidup lebih hidup.

Sementara kecanduan cinta membuat kita memaksakan diri untuk menumbuhkan cinta meskipun sesungguhnya kita merasa ketakutan dan tidak nyaman. Rasanya penug tekanan dan tegang, serta senantiasa memaksa kita untul tampil bagus sehingga kita akhirnya memakai topeng diri. Cinta seperti ini didasari pada keyakina bahwa diri ini harus bersama pasangan. Biasanya kita berharap orang lain mampu membuat kita bahagia dan menuntut diri kita sendiri untuk membuat pasangan bahagia.

Kita semua memiliki sebuah dorongan sehat untuk mendapatkan cinta, tetapi kecanduan cinta membuat kita jauh dari cinta yang TULUS! Semoga kita jauh-jauh dari kecanduan cinta agar kita mendapatkan CiNtA yang TULUS. :>

0 komentar: