CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Senin, 23 Februari 2009

BoLeh d0nG saLaH??!

…KeLirUmoLoGi…

“MeNs SaNa In CorPore sAnO”, ’Di dalam tubuh yang sehat, hadir jiwa yang sehat. Pepatah ini sudah berumur ribuan tahun dan terus saja diajarkan para guru pendidikan jasmani kepada anak-anak SD. Menurut Jaya Suprana, pepatah ini Keliru. Lihat aja orang yang sakit jiwa, banyak diantar mereka yang bertubuh sehat, tapi jiwanya sakit. Atau para criminal yang fisiknya rata-rata sehat bahkan kuat, tetapi jiwanya sakit. Kekeliruan semacam ini banyak kita temukan dalam kehidupan ini.

Selintas, masalah-masalah yang dihimpun kelirumologi Cuma masalh sepele. Tapi, ternyata banyak kekeliruan itu menyangkut masalah cara pandang. Bahas kerennya “ParAdiGma”

Paradigma itu mirip KaCamaTa yang kita pakai untuk melihat kehidupan. Satu kenyataan yang sama bias jadi berbeda jika dipandang dari Paradigma yang berbeda. Orang Sukses dan Orang gagal menjalani hidup yang itu-itu juga. Tapi, mereka memandang hidup dengan Paradigma yang berbeda. Munkin kisah dibawah ini bias menjelaskan Paradigma:

Ada dua orang tukang bangunan yang sedang sama-sama terlibat dalam pembangun Masjid. Tukang batu pertama ditanya tentang pekerjaannya. Dia menjawab bahwa dia sedang membangun Masjid. Tetapi tukang kedua manjawab “Saya sedang membangun Peradaban”.

Tukang batu pertama memandang pekerjaannya hanya sebagai tukang batu biasa, sedangkan tukang batu kedua menganggap bahwa dirinya nggak hanya membangun sebuah bangunan, tapi juga menjadi bagian penting dari sebuah pembangunan peradaban. Dia tahu, bangunan yang sedang ia buat, nantinya pasti bermanfaat bagi orang banyak.

Paradigma itu penting banget. Salah Paradigma bisa membuat semua langkah dalam hidup kita ikutan salah. Kata Stephen Covey, Kalau ingin Sukses, tapi yang ada di kepala kita Paradigma orang Pesimis, Nggak bakalan Sukses itu bias kita raih.: Ada kisah Lagi di bawah ini yang membuktikan bahwa manusia adalah tempatnya salah!:

….SaLah kaLenDeR zAmaN JuLius Caesar….

Percayakah kita jika ada orang yamng mempunyai tanggal lahir kayak gini: Roma, 50 Februari 46 SM? Yang bener aja, masa’ ada tanggal 50? Kalau kita buka buku sejarah, kita pasti nggak akan merasa aneh. Dulu memang sempat ada bulan February sampe 51 hari, bahkan bulan yang jumlah harinya sampai 97 hari. Semua itu gara-gara sebuah kesalahan perhitungan kalender masehi.

Kejadian saat Julius Caesar berkuasa di Roma. Saat itu, kalender masehi telah meleset dua bulan bila dibandingkan dengan musim. Agar kalender itu kembali selaras dengan musim, dia menetapkan 100 hari nuntuk di tambahkan pada tahun berikutnya, 23 hari dia tambahkan pada bulan Februari dan 67 hari di tambahkan pada bula November.

Kebayang nggak? Pada tahun tersebut, bulan Februari jadi terdiri dari 51 hari dan bulan November 97 hari! Jika kejadian itu terjadi di zaman ini, nggak kebayang gimana kacaunya. Bakal banyak Jadwal Pernikahan, gajian, jadwal penerbangan, ujian sekolah yang jadi berantakan. Makanya para Ahli menyebut tahun itu “TaHuN kaCaU”

15 abad setelah perbaikan kalender masa Julis Caesar itu, kesalahan kalender kembali terjadi. Setiap 128 tahun, kalender Julius selalu meleset satu hari. Kesalahan hitungan itu terus bertumpuk selama berabad-abad tanpa ada yang memperbaikinya. Akibatnya, kalender Julius ketinggalan 13 hari jika dibandingkan dengan posisi matahari. Kesalahan ini sangat berpengaruh pada perayaan hari-hari besar agama.

Pada 1582, Paus Gregorius XIII berunding dengan para ahli untuk membicarakan masalah ini. Akhirnya, di putuskan bahwa tahun berikutnya harus disunat 10 hari.

Sejak saat itu, hamper semua pengguna kalender masehi memperbaiki kalendernya. Kalender yang di perbaiki Gregorius itu disebut Kalender Gregorian. Kalender ini termasuk kita di sini. Jadwal sekolah, liburan, dan hari-hari kita di hitung dengan kalender Gregorian.

Namun sebagian orang Rusia masih tetep nggak mau menggunakan Kalender Gregorian. Mereka masih menggunakan kalender Julius yang belum dikoreksi Gregorius. Akibatnya, kalender mereka berselisih beberapa hari dari kalender masehi yang digunakan secara umum. Mereka merayakan Natal pada 7 Januari jika dilihat dari Kalender Gregorian.

Ternyata, kesalahan bukan hanya menimpa hal-hal yang sepele, seperti salah ketik, salah bicara, atau salah langkah saja. Masalah besar yang menyangkut hajat hidup orang banyak seperti kesalahan kalender tadi, juga masih sempat-sempatnya mengalami kesalahan. Padahal, Kalender itu dirumuskan oleh para Ahli Astronomi Kaliber dunia. Setiap abad, Kalender terus di kaji ulang. Tapi tetep aja ada yang salah. Nah…. Makanya, kalau kita melakukan sebuah kesalahan, jangan terlalu menghukum diri sendiri. Maafkanlah dan perbaikilah sebab seperti masalah kalender saja masih bisa di maafkan dan diperbaiki, apalagi kesalahan kecil yang sering kita perbuat. Oke?

(artikel ini di kutip dari buku yang berjudul

Boleh Dogn Salah karya Irfan Amalee)

0 komentar: